Langsung ke konten utama

UTOPIA – Serpihan Hati


UTOPIA – Serpihan Hati

Di matamu aku tak bermakna
Tak punyai arti apa apa
Kau hanya inginkan aku
Disaat kau perlu
Tak pernah berubah

Kadang ingin
ku tinggalkan semua
letih hati
menahan dusta
diatas perih ini
aku sendiri
selalu sendiri

serpihan hati ini
ku peluk erat
akan ku bawa
sampai ku mati
memendam rasa ini
sendirian
ku tak tau mengapa aku tak bisa
melupakanmu…

ku percaya
suatu hari nanti
aku akan merebut hatimu
walau harus menunggu sampai
ku tak mampu
menunggumu lagi

Serpihan hati ini
ku peluk erat
akan ku bawa
sampai ku mati
memendam rasa ini
sendirian
ku tak tau mengapa aku tak bisa
melupakanmu…

Serpihan hati ini
ku peluk erat
akan ku bawa
sampai ku mati
memendam rasa ini
sendirian
ku tak tau mengapa aku tak bisa
melupakanmu…

Dimatamu aku tak bermakna



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Language Varieties (Dialect, Styles, Slang word, Registers)

Language Varieties Group 6 Rizal Fachtur Hidayat (16320017) Balqist Hamada (16320021) Sheni Diah Safitri (16320052) Dhimas Muhammad I. J. (16320053) Yoshi Nur Rahmawati (16320096) Nikma Hidayatul Khasanah (16320101) Audy Oktaviani A. I. (16320140) Roby Inwanuddin Affandi (16320220) Wahida Camelia (16320228) Language Varieties Language varies from one social group to another social group, from one situation to another situation, and from one place to another place. Variation shows that every speaker does not speak the same way all the time. Language varieties indicate that the speakers are distinct from members of other groups (Finegan, 2008) . Language variety that signifies particular situations of use is called registers, it is appropriate for use in particular speech situations. There are some examples of language variations that are of interest to linguist according to   (Akmajian, 1998) , lingua francas, pidgins, creoles, jargon...

Pengertian, Syarat, dan Metode Tahammul wal Ada'

Pengertian Tahammul wa al-Ada’           Tahammul adalah menerima dan mendengar suatu periwayatan hadits dari seorang guru dengan menggunakan beberapa metode penerimaan hadits.[1] Muhammad ‘Ajaj al-Khatib memberikan defenisi dengan kegiatan menerima dan mendengar hadits.[2] Jadi tahammul adalah proses menerima periwayatan sebuah hadits dari seorang guru dengan metode-metode tertentu. Al-‘Ada adalah kegiatan meriwayatkan dan menyampaikan hadits.[3] Menurut Nuruddin ‘Itr adalah menyampaikan atau meriwayatkan hadits kepada orang lain.[4] Jadi al-‘ada adalah proses menyampaikan dan meriwayatkan hadits. At-Tahammulal-Hadist        Menurut bahasa tahammul merupakan masdar dari fi’il madli tahmmala ( ﺗَﺤَﻤَّﻞَ - ﻳَﺘَﺤَﻤَّﻞُ - ﺗَﺤَﻤُﻼ ) yang berarti menanggung , membawa, atau biasa diterjemahkan dengan menerima. Berarti tahammul al-hadits menurut bahasa adalah menerima hadits atau menanggung hadits. Seda...

Cuitan unfaedah-1

Cuitan unfaedah part 1 Balqist hamada  Pernah gak si kalian di kepoin Foto² kalian d screenshootin Trus malem² dikangenin Kalo ga ada kabar dikuatirin Meskipun gak di chat tapi wa nya dipantengin Sama aku juga gak pernah 😀